Senin, 25 Juli 2011

Sedikit Renungan.....

"Hidup itu bagaikan naik sepeda kita harus pandai-pandai menjaga keseimbangan untuk maju terus. Kadang ada di atas, kadang di bawah persis putaran pedal sepeda, serupa dengan siklus kehidupan."
"Keseimbangannya adalah antara rohani dan duniawi. Untuk mendapatkan sedikit bagian dunia, kita rela menghabiskan seluruh waktu kita. Mengapa kita keberatan menggunakan beberapa jam sehari buat hidup kekal abadi di surga?"

"Bukankah Allah sendiri menyuruh kita meminta dan bukankah Ia berjanji akan mengabulkannya?"
Itu betul. Tapi minta atau tidak, kondisi kita sudah dengan sendirinya memalukan. Kita ini cuma sekeping jiwa telanjang, dari hari ke hari meminta berkah-Nya, tanpa pernah memberi. Allah memang maha pemberi, termasuk memberi kita rasa malu. Kalau rezeki-Nya kita makan, mengapa rasa malu-Nya tak kita gunakan ?"

"Perhatikan, banyak yang minta kepada Allah kekayaan, tambahan rezeki, naik gaji, naik pangkat, buang jauh-jauh kemiskinan. Mereka pikir Allah itu kepala bagian kepegawaian di kantor kita. Allah kita
puji-puji karena akan kita mintai sesuatu. Ini bukan ibadah, tapi dagang. Mungkin bahkan pemerasan yang tak tahu malu. Allah kita sembah, lalu kita perah rezeki dan berkah-Nya, bukannya kita sembah karena memang kecintaan kita kepada Allah, seperti tekad Al Adawiah itu,"


Betapa rendahnya kita di mata Nya...yang hanya selalu meminta tanpa pernah memberi.......

Jumat, 08 Juli 2011

Dilemaa curcol siang hari ....

Curcol ah....

Tiba - tiba terbesit soal pernikahan....
untuk usia gw yang saat ini menginjak 27 tahun....kata "pernikahan" itu emng udah gak lazim lagi
terlebih di umur-umur segini..mulai deh orang2 pada nanya ...
"pacar nya mana?"
"kapan merit?"
"nunggu apa lagi?"
"enak lho nikah itu"
dan sebagai nya lah....
27 tahun emng waktu yang boleh dibilang sangat dewasa untuk mengambil satu keputusan untuk menikah dilema....yes!!
syapa sih yang gak pengen nikah..syapa sih yg gak mau punya keluarga kecil yang bahagia...
tapi pernikahan itu bukan hanya untuk menggabungkan 2 manusia yang berbeda
tapi juga menggabungkan 2 keyakinan  yang berbeda (baca: bukan agama yah)
belum lagi menggabungkan 2 keluarga besar yang pastinya udah berbeda kebiasaan..
kalo ngeliat temen2 gw yang udah pada merit...pengen gw bisa merit, hidup dengan lelaki yang gue sayang seumur hidup gw...berbagi suka dan duka *jaelahh
at least sebelum umur gw 30 ... Ya Allah..kali ini kabulkanlah doa ku yg satu ini...
siap gak siap mesti siap yah...tapi ijinkan aku juga mendapat kan jodoh yang bisa meyakinkan aku kalo aku bisa hidup sama org ini...
ketakutan terbesar gw soal pernikahan adalah...mampukah?
mampukah gw jadi istri yang baik?
mampukah gw (terutama) bener2 bisa menerima segala kekurangan dan kelebihan masing2 pasangan?
mampukah gw bisa bertahan di kala memang ada kesulitan...??
apakah  dia org yang terbaik nya???
yakin gak yah ama org ini??

kalo ditanya siap gak siap yah pastiiii gak akan pernah siap...
tapi kalau didasari dengan keyakinan...smua insyaallah siap....
too much question before it....tapi pada intinya adalah keyakinan...
keyakinan dari kedua pasangan tersebut..asal sama2 yakin smua bisa dilewatin...
pernikahan juga bukan asal mengucap saya terima nikah dan kawin nya....bla..bla...
tapi lebih setelah ucapan itu dan kehidupan baru pun dimulai...

banyak pasangan yang mudah mengumbarkan kata cinta
banyak pasangan yg mudah untuk jatuh cinta
tapi hanya sedikit pasangan yang mau dan bisa untuk saling berkomitmen...

I need that...butuh pria yang secara dewasa bilang, 
"aku ingin kamu yang menemani aku, untuk kehidupan aku selanjutnya
dan aku yakin aku ingin melewati smua nya dengan kamu...."

Berikan aku satu keyakinaaaannn ajah...

smoga bukan hanya semoga yah...
dan smoga juga sebelum umur gw angka depannya berubah jadi 3....dab umur papa berubah jadi angka 6...
smogaaaaa Allah mendengar doa ku....aminn....